Showing posts with label IP Address. Show all posts
Showing posts with label IP Address. Show all posts

Setting IP Address di Linux (Debian)

Setting IP DHCP atau IP Manual?
Sebelumnya sudah pernah penulis jelaskan mengenai pengertian IP DHCP dan IP secara manual pada postingan sebelumnya "Setting IP di Windows".
Kali ini penulis akan jelaskan tentang bagaimana cara setting IP di linux secara DHCP ataupun secara manual.
oke langsung saja, simak baik-baik
1. Buka terminal
2. ketik perintah "ifconfig" untuk melihat daftar ethernet yang aktif dan konfigurasi yang telah disimpan sebelumnya.
3. jika ethernet yang akan disetting belum aktif, maka ketikan perintah berikut "ifconfig nama_ethernet up" untuk mengaktifkan
contoh :
#ifconfig eth0 up
4. di sini penulis akan setting eth0
5. edit file interfaces dengan editor kesukaan anda
#nano /etc/network/interfaces
6. mengarah ke baris yang paling bawah, tambahkan baris kode seperti ini untuk setting DHCP

auto eth0
iface eth0 inet dhcp

7. jika akan setting IP secara manual, tambahkan baris kode seperti ini

auto eth0
iface eth0 inet static
address IP_anda
netmask netmask_yang_digunakan
gateway IP_gateway_anda

8. Simpan dan keluar dengan menekan ctrl+x
9. Restart konfigurasi network dengan perintah berikut
#/etc/init.d/networking restart
10. Cek konfigurasinya dengan perintah "ifconfig"

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat tutorial video di bawah ini

Cara Setting IP Address di Windows

Setting IP DHCP atau IP Manual?
Syarat untuk dapat terhubung dalam sebuah jaringan adalah mempunyai sebuah alamat IP yang berfungsi seperti pemberian alamat pada sebuah komputer atau devices yang terhubunga jaringan. Pemberian IP dapat dilakukan secara DHCP ataupun secara manual. Pemberian IP secara DHCP maksudnya pemberian IP dilakukan secara otomatis oleh penyedia IP dalam jaringan (Server DHCP), sedangkan pemberian IP secara manual yaitu memasukan IP secara manual sesuai dengan pengaturan IP dalam jaringan tersebut.
Berikut ini langkah-langkah setting IP di windows :
Start --> Control Panel --> Network and Sharing Center
  • Kemudian klik change adapter setting
  • Pilih network device yang akan disetting
  • Klik kanan, kemudian klik properties
  • Pilih Internet Protocol Versi 4, klik properties
  • Jika akan setting secara DHCP maka pilih pada :
    • “Obtain an IP address automatically” (Pada IP Address)
    • “Obtain DNS server address automatically” (Pada DNS)
  • Pilih selain di atas jika akan setting secara manual
    • Isi kolom IP address, Subnet Mask, dan Default Gateway
    • Isi kolom DNS
  • JIka telah selesai klik OK
Cek komfigurasi IP address lewat CMD dengan mengetik perintah “ipconfig” (tanpa tanda petik)
Untuk lebih jelasnya, bisa lihat tutorial video di bawah ini :

Setting IP Address di Windows

Cara Setting IP Address Windows
 
Pada postingan sebelumnya, sudah dibahasa mengenai IP Address. IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Pada postingan kali ini, akan membahas bagaimana cara setting IPv4 pada windows, khusunya windows 7 dan tidak beda jauh dengan windows versi lainnya.

  1. Klik Start Menu kemudian pilih Control Panel.
  2. Setelah itu lihat menu Network and Internet lalu klik View network status and task. Terlihat pada gambar  :

3. Setelah itu klik "Change Adapter Setting"

4. Setelah itu klik kanan pada Local Area Network lalu pilih properties. Pastikan Network Adapter tidak di disable.

5. Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kemudian klik Properties. Nah setelah itu ada dua pilihan, yang pertama “Optain an IP address automatically” dipilih jika akan setting DHCP client (untuk mendapatkan IP secara otomatis), dan yang kedua “Use the following IP Addres” dipilih jika akan setting IP secara manual. Pada kali ini pilih yang kedua, kemudian masukkan IP Address yang anda inginkan sesuai ketentuan jaringan anda seperti, Gatewaynya atau DNSnya. Setelah itu tekan OK.


 Untuk melihat konfigurasi telah berhasil atau tidak bisa buka cmd, kemudian ketikan perintah "ipconfig" kemudian enter.

Semoga Bermanfaat ^_^

Tags : IP Address, Setting IP Address di Windows, IPv4, IPv6

Pengenalan Subnetting

Pengertian Subnetting

Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawan dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Cempaka terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-16, dengan rumah nomor 16 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Cempaka.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. 

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Cempaka dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS, yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.
Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Cempaka sebelum tanpa gang bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:

CLASS
OKTET PERTAMA
SUBNET MAS DEFAULT
PRIVATE ADDRESS
A
1-127
255.0.0.0
10.0.0.0-10.255.255.255
B
128-191
255.255.0.0
172.16.0.0-172.31.255.255
C
192-223
255.255.255.0
192.168.0.0-192.168.255.255

Perhitungan Subnetting
Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.1. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.1/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30

Untuk cara perhitungan subnetting bisa klik link berikut ini :

Semoga Bermanfaat ^_^

Tags : Subnet Mask, Subnetting, IP Address, Perhitungan Subnetting, Subnetting IP Kelas C, Subnetting IP Kelas B, Subnetting IP Kelas A

Pengenalan IP Adddress & Subnet Mask


Pengertian IP Address

IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. Dengan adanya IP address maka data yang dikirimkan oleh host/komputer pengirim dapat dikirimkan lewat protokol TCP/IP hingga sampai ke host/komputer yang dituju. Setiap komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama dalam satu jaringan.

Format IP address
IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit. Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4 segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu disebut oktat.
Selanjutnya, setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya :

11000000101010000000000100000001        ร  IP dalam bentuk binner
11000000  10101000  00000001  00000001  ร  dipisah menjadi 4 oktat
11000000     =     192
10101000     =     168
00000001     =     1
00000001     =     1
Dari bilangan binner di atas, IP dalam bentuk decimal menjadi 192.168.1.1

Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.

Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.

IP address dibagi-bagi dalam beberapa kelas yang berbeda sebagai berikut :

1) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.

Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 - 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x - 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214

Contoh
IP address 10.13.12.11 maka :
NetworkID = 10
HostID = 13.12.11
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 13.12.11 pada jaringan 10

2) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.

Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 - 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x - 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534

Contoh
IP address 150.13.12.11 maka :
· NetworkID = 150.13
· HostID = 12.11
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 12.11 pada jaringan 150.13

3) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.

Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 - 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x - 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254

Contoh
IP address 192.168.2.1 maka :
· NetworkID = 192.168.2
· HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.2

Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.

Tabel : Jumlah networkID dan hostID
Kelas
Antara
Jumlah jaringan
Jumlah Host Jaringan
A
1 s.d. 126
126
16.777.214
B
128 s.d. 191
16.384
65.534
C
192 s.d. 223
2.097.152
254

Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
Kelas
Alamat Awal
Alamat Akhir
A
XXX.0.0.1
XXX.255.255.255
B
XXX.XXX.0.1
XXX.XXX.255.255
C
XXX.XXX.XXX.1
XXX.XXX.XXX.255

Subnet Mask

Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan  address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.

Network ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.


Tabel : Subnet mask untuk internet address classes

Kelas
Bit Subnet
Subnet mask
A
11111111 00000000 00000000 00000000
255.0.0.0
B
11111111 11111111 00000000 00000000
255.255.0.0
C
11111111 11111111 11111111 00000000
255.255.255.0

Pembahasan subnet mask lebih lanjut pada artikel selanjutnya. Silahkan corat-coret dikomentar jika ada yang ditanyakan. Semoga Bermanfaat ^_^

Tags : IP Address, Subnet Mask, Pembagian Kelas IP Address, Format IP Address

Pages

Comments